Sunday, August 9, 2009

Shaum

Kita harus shaumdi bulan Ramadhan
shaum adalah salah satu rukun Islma,
bulan yang penuh berkah bila kita mengetahuinya,
shaum untuk Allah bukan untuk ria.

Shaum diperintahkan agar kita berpikir,
sebagai ujian untuk menahan diri,
dari makan dan minum,
agar kita merasakan lapar dan sakit,
ketika kita mencoba untuk melakukan kebaikan,
banyak hikmah yang akan kita peroleh.

Doa khusus yang kita panjatkan di malam hari.
Dan kembali kepada Allah SWT dalam janji kita,
untuk memaafkan dan membimbing kita,
selama kita mampu senantiasa membersihkan diri.

Dan ingatlah ketika bulan Ramadhan,
ketika Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Quran
juga dimulainya panggilan Rasulullah Saw,
bimbingan dan ampunan untuk kita semua.

Dan malam lailatul Qadar sangatlah unik,
malam yang penuh limpahan berkah bagi hamba-Nya,
kemudian datanglah hari Idul Fitri,
hari kemenangan kita semua.

Shaum juga mengajarkan disiplin,
dan mengontrol engkau dan aku,
dari tahun ke tahun kita dididik,
untuk menjadi muslim yang terbaik dengan rahmat-Nya.


FASTING

We all must fast in Ramadhan,
which is one of the five Arkan,
it is a blessed month you know,
we fast for Allah, not for show.

It's designed to make us think
as we refrain from food and drink,
we feel the hunger and the pain,
while we try to do much good,
building taqwa like we should.

Special prayers we say at night,
and turn to Allah in our plight,
to forgive and guide us as we try,
while our selves we purify.

And remember it was in Ramadhan,
when Allah revealed the Holy Quran,
and so began the Prophet's call,
a guide and mercy to us all.

And the night of Qadr is unique,
Its blessings all believers seek,
then will followthe day of 'Eid,
a truly festive day indeed.

Fasting teaches discipline too,
and self-control for me and you
as year by year we train to be,
better muslims, by Allah decree

-Anonymous translated by AR-

diambil dari: majalah Percikan iman No.07 Th.X Juli 2009 M/Rajab 1430 H

Labels: ,

Friday, November 28, 2008

Shaum Ramadhan, Zakat Fitrah & Shalat Idul Fitri

SHAUM RAMADHAN, ZAKAT FITRAH, & SHALAT IDUL FITRI


A. SHAUM RAMADHAN

Shaum Ramadhan hukumnya wajib (QS Albaqarah 2: 183). Shaum ini diwajibkan satu setengah tahun setelah hijrah. Ketika itu, Nabi SAW baru diperintahkan mengalihkan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Memasuki bulan Ramadhan, pintu-pintu surga terbuka dan setan dibelenggu (HR. Bukhari).

Maksud dibukanya pintu-pintu surga karena ibadah pada bulan ini nilainya berlipat ganda jika dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Kalau kita mengisinya secara optimal, akan terbuka lebar pintu-pintu surga, otomatis pintu neraka pun tertutup karena peluang maksiat berkurang. Dengan demikian, setan terbelenggu karena banyak umat yg meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Akhirnya dosa-dosa berguguran dan insyaAllah kita akan mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya (HR. Ahmad dan Bukhari)

Rukshah (Keringanan)

Shaum Ramadhan adalah kewajiban yang juga bersifat fisik. Karena kondisi fisik setiap orang berbeda, Allah SWT memberikan rukshah (keringanan) kepada orang-orang tertentu untuk meninggalkan shaum dan menggantinya dengan qadha atau fidyah.
1. Boleh berbuka dan wajib qadha
Orang yg sedang dalam perjalanan (safar) dan orang sakit yang ada harapan sembuh, diperbolehkan tidak shaum Ramadhan, tetapi mereka harus mengqadha shaumnya (QS. Al Baqarah 2:185).
Jika shaum akan membahayakan fisik, Allah atelah memberikan keringanan untuk berbuka. Namun, sekiranya tidak membahayakan, shaum lebih utama (QS. Al Baqarah 2: 184).

2. Boleh berbuka dan wajib fidyah
Laki-laki atau wanita yang sudah lanjut usia (uzur), wanita hamil, yang sedang menyusui, para pekerja berat, orang sakit yang tidak ada harapan sembuh (menahun), diperbolehkan tidak shaum Ramadhan dan sebagai gantinya harus memberikan fidyah kepada fakir miskin (QS. Al Baqarah 2: 184)

3. Wajib berbuka dan wajib qadha
Wanita yang sedang haid atau nifas wajib berbuka (HR. Bukhari), atau dengan kata lain haram melaksanakan shaum, baik wajib maupun sunah. Kemudian harus menggantinya dengan qadha (HR. Nasa’i).

Meninggalkan Shaum tanpa Alasan

Bila seseorang sengaja meninggalkan shaum bukan karena sakit, safar, atau alasan lain yang dibenarkan agama, shaum yang ditinggalkannya tidak bisa diganti dengan qadha atau fidyah, tapi hanya bisa diganti dengan tobat kepada Allah SWT (mohon ampun atas segala kesalahan yang pernah diperbuat dan bersumpah tidak akan mengulanginya) (HR. Tirmidzi).

Amal Ramadhan

Ada sejumlah kuantitas dan kualitas yang ditingkatkan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Alangkah baiknya kalau kita pun bisa meningkatkannya karena kita tidak tahu apakah tahun depan masih bertemu atau tidak.

1. Meningkatkan Kedermawanan
Kita diperintahkan untuk ikut mencari jalan keluar, dan membantu saudara-saudara kita yang terpuruk (HR. Bukhari). Rasulullah SAW menjamin orang-orang yang suka menolong dan meringankan beban orang lain akan senantiasa diberi pertolongan-Nya (HR. Bukhari).

2. Tadarus Al Quran
“Malaikat Jibril biasa menemui Rasulullah SAW setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu mudarasah Al Quran” (HR. Bukhari).
Mudarasah artinya menelaah Al Quran, bukan sekadar membaca tapi ada unsur tahsin (memperbaiki bacaan) dan tadabbur (membedah kandungan makna).

3. Shalat Tarawih
Pelaksanaan shalat tarawih sama dengan shalat tahajud, yakni sebelas rakaat. Formasinya bisa dengan 4-4-3 atau 2-2-2-2-3 (HR. Bukhari). Menurut sebagian besar ulama, shalat tarawih lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid.

4. I’tikaf
I’tikaf artinya menahan diri di masjid untuk elakukan ibadah kepada Allah SWT. Dengan I’tikaf, seseorang mengikatkan diri kepada Allah SWT, membatasi pergaulan dengan sesame makhluk, memusatkan perhatian dan penghayatan untuk membina hubungan mesra dengan Allah.
Rasulullah SAW biasanya melakukan I’tikaf selama sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Orang yang beri’tikaf disunahkan tidak menengok orang sakit, tidak menghadiri pemakaman, tidak mencumbu istri, dan tidak boleh keluar dari masjid kecuali untuk keperluan pokok (buang air besar, kecil, mandi) (HR. Abu Daud).

B. ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu, dan diwajibkan pula kepada para orang tua untuk mengeluarkan zakat fitrah bagi anak-anak yang masih dalam tanggungannya (belum punya penghasilan). Bahkan untuk janin yang masih ada dalam rahim pun wajib membayar zakat, kalau usianya sudah empat bulan (HR. Muslim).

Fungsi zakat fitrah adalah sebagai penyempurna ibadah shaum. Sangat mungkin ketika menjalani shaum, kita melakukan perbuatan yang tidak berguna atau berbicara yang mengandung dosa. Zakat fitrah berfungsi sebagai pembersih kesalahan-kesalahan tersebut, juga berfungsi sebagai santunan untuk orang-orang miskin pada hari raya Idul Fitri (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Dharaqutny, dan Hakim).

Zakat fitrah harus diserahkan kepada panitia pengumpul/pengelola zakat (‘amilin) sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Bila diserahkan setelah shalat ied, statusnya bukan zakat fitrah tetapi shadaqah. Berarti, waktu paling akhir menitipkan zakat kepada ‘amilin adalah malam Idul Fitri. Kalau dananya sudah tersedia, alangkah baiknya bila kita menitipkan zakat fitrah tersebut dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri sebagaimana yang dahulu dilakukan oleh para sahabat (HR. Malik).

Penerima Zakat
Para penerima zakat adalah:
1. Orang-orang fakir
2. Orang-orang miskin
3. ‘amilin (para pengurus zakat)
4. Mualaf
5. Riqab (untuk memerdekakan budak)
6. Gharimin (orang-orang yang berutang)
7. Fi sabilillah (kepentingan agama Allah)
8. Ibnu sabil (orang-orang yang sedang dalam perjalanan) (QS. At-Taubah 9:60)

C. SHALAT IDUL FITRI

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada satu Syawal. Shalat ini merupakan penutup rangkaian ibadah shaum Ramadhan. Idul Fitri artinya kembali kepada kesucian. Ini ungkapan harapan bahwa shaum Ramadhan yang baru dituntaskan bisa meulihkan kefitrahan (kesucian) kita yang selama setahun telah ternoda dosa dan maksiat.



Sumber:
Agenda Percikan Iman 2008, Panduan Ibadah

Labels:

Sunday, November 9, 2008

Hadits-hadits Palsu tentang Keutamaan Shalat & Puasa di bulan Rajab

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2


Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.

Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.

Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad,[1] bahwa Jum’at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum’at atau puasa pada hari Jum’at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dari hari-hari yang lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum’at itu) dengan puasa yang biasa kalian berpuasa padanya.” [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no. 3603), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 980)]

Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya do’a dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya. Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar.

Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab.

Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab.

HADITS PERTAMA
“Artinya : Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku”

Keterangan: HADITS INI “ MAUDHU’

Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): “Hadits ini maudhu’.” [Lihat Maudhu’atush Shaghani (I/61, no. 129)]

Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:

“Artinya : Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib...”

Keterangan: HADITS INI MAUDHU’

Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): “Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Muhammad bin Sa’id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin ‘Abdullah as-Shan’any, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu’. [Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if (no. 168-169)]

Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): “Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: “Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka.” [Al-Maudhu’at (II/125), oleh Ibnul Jauzy]

Imam adz-Dzahaby berkata: “ ’Ali bin ‘Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits.”

Kata para ulama lainnya: “Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa'ib.” [Periksa: Mizaanul I’tidal (III/142-143, no. 5879)]

HADITS KEDUA
“Artinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur'an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya’ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba.”

Keterangan: HADITS INI MAUDHU’

Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany: “Hadits ini palsu.” [Lihat al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’ (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky (wafat th. 1014 H)]

HADITS KETIGA:
“Artinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka’at, setiap raka’at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian.” Kami berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: ‘Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak disiksa.’”

Keterangan: HADITS MAUDHU’

Kata Ibnul Jauzi: “Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah majhul (tidak dikenal biografinya).” [Lihat al-Maudhu’at Ibnul Jauzy (II/123), al-Fawaa'idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh as-Syaukany (no. 144) dan Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at (II/89), oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).]

HADITS KEEMPAT
“Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka’at, di raka’at pertama baca ‘ayat Kursiy’ seratus kali dan di raka’at kedua baca ‘surat al-Ikhlas’ seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati)”

Keterangan: HADITS INI MAUDHU’

Kata Ibnul Jauzy: “Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits.” [Al-Maudhu’at (II/123-124).]

Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah rawi yang lemah. [Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518)]

HADITS KELIMA
“Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan.”

Keterangan: HADITS INI SANGAT LEMAH

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu’.

Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa'ib, dia adalah seorang rawi yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu’ah (no. 290)]
Kata Imam an-Nasa'i: “Furaat bin as-Saa'ib Matrukul hadits.” Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: “Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni.” [Lihat adh-Dhu’afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa'i (no. 512), al-Jarh wat Ta’dil (VII/80), Mizaanul I’tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).]

HADITS KEENAM
“Artinya : Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan ‘Rajab’ airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu.”

Keterangan: HADITS INI BATHIL

Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Imran, ia berkata: “Aku mendengar Anas bin Malik berkata, ...”

Imam adz-Dzahaby berkata: “Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil.” [Lihat Mizaanul I’tidal (IV/ 189)]

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Musa bin ‘Imraan adalah majhul dan aku tidak mengenalnya.” [Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 1898)]

HADITS KETUJUH.
“Artinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barang siapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.”

Keterangan: HADITS INI PALSU

Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa'idul Majmu’ah fil Ahaadits al-Maudhu’ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata: “Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu’ah, ia berkata: ‘Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari Anas secara marfu’.’”

Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah:

[1]. ‘Amr bin al-Azhar al-‘Ataky.
Imam an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits.” Sedangkan kata Imam al-Bukhari: “Dia dituduh sebagai pendusta.” Kata Imam Ahmad: “Dia sering memalsukan hadits.” [Periksa, adh-Dhu’afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I’tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta’dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353)]

[2]. Abaan bin Abi ‘Ayyasy, seorang Tabi’in shaghiir.
Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya).” Kata Yahya bin Ma’in: “Dia matruk.” Dan beliau pernah berkata: “Dia rawi yang lemah.” [Periksa: Adh Dhu’afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I’tidal (I/10), al-Jarh wat Ta’dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142)]

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu ‘Ulwan dari Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: “Ibnu ‘Ulwan adalah pemalsu hadits.” [Lihat al-Fawaaidul Majmu’ah (hal. 102, no. 288).

Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat Raghaa'ib dan puasa Rajab, akan tetapi karena semuanya sangat lemah dan palsu, penulis mencukupkan tujuh hadits saja.

[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Zaadul Ma’aad (I/375) cet. Muassasah ar-Risalah.



Telah beberapa tahun ini, hasti mengirimkan beberapa e-mail tentang keistimewaan puasa di bulan Rajab, dan ternyata terjadi kesalahan. Alhamdulillah, diingatkan oleh ka Dikdik, terima kasih.... Saat itu segera kukirimkan kesemua orang yang pernah mendapatkannya, juga kubuat dalam blogku ini....
Puasa.... adalah ibadah yang terpuji, namun semua ibadah haruslah ada ilmunya, jangan biarkan amal ibadah kita dinilai sebagai sesuatu yang sia-sia...

Semoga Allah senantiasa menerima amal ibadah kita... Amiin...

Labels:

Keutamaan 10 hari (pertama) Dzul Hijjah & Hukum berqurban dan Idul Adha

KEUTAMAAN SEPULUH HARI (PERTAMA) DZULHIJAH & HUKUM BERQURBAN DAN IDUL ADHA

Penerjemah: Seksi Terjemah Kantor Sosial dakwah dan penyuluhan bagi pendatang Al SulayEditor:Muh. Mu'inudinillah. Basri. MA

KEUTAMAAN SEPULUH HARI (PERTAMA) BULAN DZUL HIJJAH

Sesungguhnya merupakan karunia Allah SWT, dijadikanNya bagi hamba-hnbaNya yang shalih musim-musim untuk memperbanyak amal shaleh. Diantara musim-usim tersebut adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah yang keutamaannya dinyatakan oleh dalil-dalil dalam kitab dan sunnah:

1. Firman Allah SWT :"Demi fajar, dan malam yang sepuluh" (QS. Al Fajr 1-2)

2. Firman Allah SWT:"... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan" (Al Hajj 28).Ibnu Abbas berkata:"(yang dimaksud adalah) hari-hari sepuluh (bulan Dzul Hijjah)".

3. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Rasulullah bersabda: "Tidak ada amal perbuatan yang lebih utama dari (amal yang dilakukan pada) sepuluh hari bulan Dzul Hijjah, mereka berkata: Tidak juga jihad (lebih utama dari itu)?, beliau bersabda: "Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwanya dan hartanya dan kembali tanpa membawa sesuatupun (Riwayat Bukhori)

4. Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada hari-hari yang lebih besar di sisi Allah SWT dan tidak ada aal perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut tahlil, takbir dan tahmid" (Riwayat Tabrani dalam Mu'jam Al Kabir)

5. Adalah Sa'id bin Jubair rahiahullah, dan dia meriwayatkan hadits ibnu Abbas yg lalu, jika datang sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah sangat bersungguh-sungguh hingga hampir saja dia tidak kuasa (melaksanakannya)" (Riwayat Darimi dengan sanad hasan)

6. Ibnu Hajar berkata dala kitabnya Fathul Baari: "Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari Dul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama; yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji dan tidak ada selainnya waktu seperti itu".

Pekerjaan yang dianjurkan pada hari-hari tersebut
a. Shalat.
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama.Dari Tsauban ra, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: "Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu. Hal tersebut berlaku umum disetia waktu

b. Shaum (puasa)
Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dan istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah SAW, dia berkata: "Adalah Rasulullah SAW berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharam dan tiga hari setiap bulan" (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa'i).

c. Takbir, tahlil dan tauhid
Sebagaimana terdapat riwayat dalam hadits Ibnu Umar terdahulu: "Perbanyaklah tahlil, takbir pada waktu itu"Imam Bukhari berkata: "Adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra, keluar ke pasar pada hari sepuluh bulan Dzul Hijjah, mereka berdua bertakbir dan orang-orangpun ikut bertakbir karenanya", dia juga berkata: "Adalah Umar bin Khattab bertakbir di kemahnya di Mina dan di dengar mereka yang ada di dalam masjid lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yang di pasar hingga Mina bergetar oleh Takbir".
Dan Ibnu Umar bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, setelah shalat dan di atas pembaringannya, di atas kudanya, dimajlisnya dan saat berjalan pada semua hari-hari tersebut, Disunnahkan mengeraskan takbir karena perbuatan Umar tersebut dan anaknya dan Abu Hurairah ra.

d. Puasa hari Arafah
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji, sebagaimana riwayat dari Rasulullah SAW bahwa dia berkata tentang puasa Arafah: "Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelum dan setahun sesudahnya" (Riwayat Muslim)

e. Keutamaan hari raya Qurban (tgl 10 Dzul Hijjah)
Banyak orang yg melalaikan hari yang besar ini, padahal para ulama berpendapat bahwa dia lebih utama dari hari-hari dalamsetahun secara mutlak, bahkan terasuk pada hari Arafah. Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata: "Sebaik-baik hari disisi Allah SWT adalah hari Nahr (hari raya qurban), dia adalah hari haji Akbar"

BAGAIMANA KITA MENYAMBUT BULAN KEBAIKAN INI ?
Hendaklah setiap muslim berupaya untuk menyambut musim kebaikan ini secara umum dengan taubatan nasuha (taubat sungguh-sungguh), meninggalkan dosa dan kemaksiatan, karena soda-dosalah yang mencegah dari manusia kerunia rabb-Nya, dan menutup hatinya dari Tuhannya. Begitu juga dituntut untuk enyambut musim ini dengan tekad yg kuat dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan keuntungan atas apa yang Allah ridhoi. Maka siapa yang benar dengan tekadnya Allah akan beri dia petunjuk:"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami" (Al Ankabut 69)"
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luas-nya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertakwa" (Ali Imran 133)
Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah sifatkan dalam firman-Nya:"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harapan dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu' kepada Kai" (Al Anbiya 90)

SEBAGIAN HUKUM BERQURBAN DAN SYARI'ATNYA

Allah mensyariatkan berqurban dg firmanNya: "Maka Shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah (ALKautsar 2)"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi'ar Allah, kamu meperoleh kebaikan yang banyak padanya" (Al Hajj 36)
berqurban merupakan sunnah yang sangat ditekankan dan makruh ditinggalkan bagi yang mampu melaksanakannya berdasarkan hadits Annas ra yg diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi SAW berqurban dengan dua ekor domba yang gemuk dan bertanduk, disembelih dengan tangannya dengan membaca tasmiah dan takbir.

DENGAN APA BERQURBAN?
Berqurban hanya dilakukan dengan unta, sapi dankambing berdasarkan hadits Rasulullah SAW:"Siapa yang menyembelih sebelum shalat (Ied), maka sesungguhnya dia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan siapa yang menyembelih setelah shalat dan dua khutbah, maka dia telah menyempurnakan ibadahnya dan mendapatkan sunnah (Muttafaq alaih)
Disunnahkan bagi yang mampu untuk menyembelih agar menyembelih sendiri hewan korbannya dengan berkata:"Dengan menyebut nama Allah, dan Allah maha besar, Yaa Allah ini adalah (qurban) dari si fulan.... (dg menyebut namanya atau nama g mewasiatkannya)Rasulullah SAW ketika menyembelih seekor domba, beliau mengucapkan:yang artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Yaa Allah ini adalah (Qurban) dariku dan dari siapa yang tidak berqurban dari umatku" (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)
Adapun bagi yang tidak mampu menyembelih maka hendaknya dia melihat dan hadir saat penyembelihan hewan qurban.

PEMBAGIAN DAGING QURBAN
Disunnahkan bagi orang yang berqurban untuk makan daging qurbannya dan menghadiahkan kepada snak saudara dan tetangga serta fakir miskin sebagai sedekah. Allah SWT berfirman:yang artinya: "Maka makanlah sebahagian daripada-nya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir (Al Hajj 28)"Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta" (Al Hajj 36)

LARANGAN BAGI YANG INGIN BERQURBAN
Jika seseorang hendak berqurban dan telah masuk bulan Dzul Hijjah,maka diharamkan baginya untuk mencabut rambut atau kukunya atau kulitnya hingga dia menyembelih binatang qurbannya, berdasarkan hadits Salamah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Jika telah masuk hari sepuluh (bulan Dzul Hijjah) dan salah seorang diantara kalian ingin berqurban, maka hendaklah dia tidak mencabut rambutnya dan (memotong) kukunya" (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Sedangkan jika dia niat berqurban di tengah hari-hari sepuluh itu, maka dia menahan dirinya sejak dia niat, dan tidak berdosa atas apa yang dia lakukan sebelum niat. Dibolehkan bagi keluarga yang berqurban untuk mencabut (rambut, kuku) pada hari-hari sepuluh tersebut.Jika seseorang yang telah niat berqurban lalu dia mencabut rambut-nya atau kukunya atau kulitnya, maka dia harus bertaubat kepada Allah SWT, dan tidak melakukannya kembali serta tidak ada kafarat baginya serta tidak ada halangan baginya untuk tetap berqurban. Adapun jika dia melakukannya karena lupa atau karena tidak tahu atau rambutnya rontok tanpa sengaja, maka tidak ada dosa baginya. Begitu juga jika dia melakukannya karena ada keperluan seperti kukunya pecah dan menyakitkannya atau rambutnya terurai sampai ke matanya, maka tidak apa-apa baginya memotongnya untuk menghilangkan sesuatu yang mengganggunya.

HUKUM-HuKUM 'IDUL ADHA

Hari Raya Qurban (Idul Adha), termasuk syiar-syiar islam, maka hendaknya kita menjaga dan menghormatinya."Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati" (Al Hajj 32)

Adab-adab & hukum-hukum tentang hari raya:
1. Takbir
Disyari'atkan bertakbir sejak terbit fajar pada hari Arafah hingga waktu Ashar hari tasyrik terakhir, yaitu pada tanggal 13 Dzulhijah. Allah SWT berfirman:artinya:"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) dalam beberapa hari yang terbilang " (AlBaqarah 203)Caranya dengan membaca:artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan Selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala pujian"disunnahkan mengeraskan suaranya bagi orang laki di masjid-asjid, pasar-pasar dan rumah-rumah setelah melaksanakan shalat, sebagai pernyataan atas pengagungan kepada Allah SWT, beribadah kepada-Nya dan mensyukuri-Nya.

2. Menyembelih binatang qurban
Hal tersebut dilakukan setelah selesai shalat Ied, berdasarkan Rasulullah SAW:artinya: "Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaklah dia menggantinya dengan hewan qurban yang lain, dan siapa yang belu menyembelih, maka hendaklah dia menyembelih" (Riwayat Bukhari dan Muslim)Waktu menyembelih qurban adalah empat hari, hari raya dan tiga hari tasyrik, sebagaimana terdapat dalam hadits shahih dari Rasulullah SAW & beliau bersabda:artinya: "Semua hari tasyrik adalah (waktu) menyembelih" (Silsilah Shahihah no. 2476)

3. Mandi dan mengenakan wewangian, jangan berlebihan
4. Makan daging qurban
Rasulullah SAW tidak makan daging qurban sebelum pulang dari shalat IEd, setelah itu baru beliau memakannya.

5.Pergi ke tempat shalat Ied.
Berjalan kaki jika memungkinkan dandisunnahkan shalat Ied di lapangan terbuka, kecuali jika terdapat uzur seperti hujan misalnya,maka pada saat itu sebaiknya shalat di masjid berdasarkan perbuatan Rasulullah SAW.

6.Shalat bersama kaum muslimin dan mendengarkan khutbah

7.Menempuh jalan yang berbeda
Disunnahkan untuk berangkat ke tempat shalat Ied lewat satu jalan dan pulang lewat jalan yang lain berdasarkan perbuatan Rasulullah SAW

Sebentar lagi bulan Dzul Hijjah, semoga kita sampai pada bulan tersebut... amiin...

Labels:

Do'a Harian Ramadhan

DOA HARIAN RAMADHAN

Doa hari – 1
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!!Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa."

Doa hari – 2
artinya: "Yaa Allah..., Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih!"

Doa hari – 3
artinya: "Yaa Allah..., Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!"

Doa hari – 4
artinya: "Yaa Allah..., Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai Dzat Yang Maha Melihat."

Doa hari – 5
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'- MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih."

Doa hari – 6
artinya: "Yaa Allah..., Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-MU, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan!"

Doa hari – 7
artinya: "Yaa Allah..., Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara berkesinambungan, dengan Taufiq- MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat."

Doa hari – 8
artinya: "Yaa Allah..., Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-onang yang berharap"

Doa hari – 9
artinya: "Yaa Allah..., Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuik kepada ajaran- ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu."

Doa hari – 10
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang- orang yang menang disisi-MU, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-MU dengan ihsan-MU, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon."

Doa hari – 11
artinya: "Yaa Allah..., Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan."

Doa hari – 12
artinya: "Yaa Allah..., Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-MU, Wahai penjaga orang-orang yang takut."

Doa hari – 13
artinya: "Yaa Allah..., Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-MU,Wahai Dambaan orang-orang miskin."

Doa hari – 14
artinya: "Yaa Allah..., Janganlah Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala' dan malapetaka dengan kemuliaan-MU, Wahai Kemuliaan kaum Muslimin."

Doa hari – 15
artinya: "Yaa Allah..., Berilah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu'. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanan-MU, Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut."

Doa hari - 16
artinya: "Yaa Allah..., Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-MU hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-MU Wahai Tuhan seru sekalian alam."

Doa hari – 17
artinya: "Yaa Allah..., Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita-ku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada didalam hati seluruh isi alam. Sholawat atas Muhammad dan keluarganya yang suci."

Doa hari – 18
artinya: "Yaa Allah..., Sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat saharnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya, Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin."

Doa hari – 19
artinya: "Yaa Allah..., Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari kebaikan- kebaikannya, Wahai Pemberi petunjuk kepada kebenaran yang terang."

Doa hari – 20
artinya: "Yaa Allah..., Bukakanlah bagiku pintu-pintu sorga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca Al-Quran Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang Mu'min."

Doa hari – 21
artinya: "Yaa Allah..., Berilah aku petunjuk menuju kepada keridloan- MU. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh keperluan orang- orang yang meminta."

Doa hari – 22
artinya: "Yaa Allah..., Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkahMu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridloan-MU, dan tempatkanlah aku di dalam sorga-MU yang luas, Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan."

Doa hari – 23
artinya: "Yaa Allah..., Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa."

Doa hari – 24
artinya: "Yaa Allah..., Aku memohon kepada-MU hal-hal yang mendatangkan keridloan-MU, dan aku berlindung dengan- MU dan hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-MU kemampuan untuk mentaati-MU serta menghindari kemaksiatan terhadap-MU, Wahai Pemberi para peminta."

Doa hari – 25
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai Auliya-MU dan memusuhi musuh-musuh MU. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-MU, Wahai Penjaga hati para Nabi."

Doa hari – 26
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah usahaku sebagai usaha yang disyukuri, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatan ku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar dan semua yang mendengar."

Doa hari – 27
artinya: "Yaa Allah..., Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba- hambaNya yang sholeh."

Doa hari – 28
artinya: "Yaa Allah..., Penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-MU diantara semua perantara, Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta."

Doa hari – 29
artinya: "Yaa Allah..., Liputilah aku dengan rahmat dan berikanlah kepadaku Taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah wahai pengasih terhadap hamba- hambaNYA yang Mu'min."

Doa hari – 30
artinya: "Yaa Allah..., Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima di atas jalan keridloan-MU dan keridloan Rasul. Cabang-cabangnya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya, Demi kenabian Muhammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam."

Amiin Yaa Robbal 'Alamiin.

Terima kasih sahabat...Do'a ini kuterima dari e-mail, walaupun judulnya do'a harian ramadhan, tapi kita baca setiap hari juga bagus...

Labels:

14 Alasan Merindukan Ramadhan

14 ALASAN MERINDUKAN RAMADHAN

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apa di dalam Ramadhan itu?

1. Gelar taqwa
Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah.Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.
(QS Al-Baqarah: 183) artinya: "Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."

Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:
a. Jalan keluar dari semua masalah
Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialahpemilik kehidupan ini.
(QS. Ath Thalaaq: 2) artinya: "..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath Thalaaq: 4) artinya: "..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya."

b. Dicukupi kebutuhannya
(QS. Ath Thalaaq: 3) artinya: "Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ..."

c. Ketenangan jiwa,
tidak khawatir dan sedih hatiBagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan.
(QS. al-A'raaf: 35) artinya: "Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

2. Bulan pengampunan
Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan.Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud,artinya: "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."

3. Pahalanya dilipatgandakan
Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, artinya: "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah).

4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup
(HR Muslim) artinya: "Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu. " Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

5. Ibadah istimewa
Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, artinya: "Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR Bukhari Muslim)

6. Dicintai Allah
Bila Allah telah mencintai hambaNya, dilukiskan dalam satu hadits Qudsi, artinya: "Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR Bukhari)

7. Do'a dikabulkan
(QS. al-Baqarah: 186) artinya: "Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo'a apabila dia berdo'a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. " Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo'a tapi sebenarnya tidak berdo'a. Yaitu do'anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? "maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku. "
Benar, berdo'a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, "Tiga do'a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat do'anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. 'Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do'a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo'a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do'anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa'nya?
Jadi do'a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do'a.

8. Turunnya Lailatul Qodar
Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. Al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu. Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, artinya: "Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh malam terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapamengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang."

Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur'an (QS al-Qadr: 4-5) menyatakan,artinya: "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/ kedamaian sampai terbit fajar.

Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, "Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, 'Ambil barang itu!' Ada bisikan lain berkata, 'Jangan ambil, itu bukan milikmu!' Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat." Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

9. Meningkatkan kesehatan
Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.

10. Penuh harapan
Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah... rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna.
(HR. Bukhari) artinya: "Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya."

11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyan
(HR.Bukhari) artinya: "Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup."

Minum air telaganya Rasulullah saw :(Khuzaimah dan Baihaqi) artinya: "Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.' Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu...Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga."

12. Berkumpul dengan sanak keluarga
Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman. Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadits (HR. Bukhari),artinya: "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi! "

13. Qaulan Tsaqiilaa
Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur'an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3).
Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya' dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur'an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur'an memang sumber pengetahuan dan ilham.

Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.

14. Hartanya tersucikan
Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Semoga kita diberi kesempatan untuk menikmati the next Ramadhan. Amiin....

Labels:

Thursday, November 6, 2008

Kandungan Risalah Ramadhan

KANDUNGAN RISALAH RAMADHAN

PUASA
(Petikan dari Kitab Tuntutan Ibadah: Perukunan Ibadah Sepanjang Zaman oleh As-Shaikh Ali b. Abdullah) Artinya:Menahan diri dari makan dan minum atau apa-apa jua yang boleh membatalkan puasa, sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dalam sebulan bulan Ramadhan.Perintah wajib puasa turun pada bulan Sya’ban Tahun 2 Hijrah.

Dalil Perintah wajib puasa :
Surah Al-Baqarah Ayat 183:Bermaksud: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa

Wajib Puasa:
1) Islam
2) Mukalaf
3) Berkuasa/Mampu untuk berpuasa, tidak uzur
4) Telah melihat anak bulan Ramadhan atau mensabitkan bulan Ramadhan dengan menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari.

Sah Puasa:
1) Beragama Islam sahaja, lelaki, perempuan dan kanak-kanak yang telah mumaiyyiz.
2) Suci dari haid dan nifas.
3) Sempurna akal fikirannya sepanjang hari itu.
4) Bukan pada hari yang tidak sah puasa eg. Hari Raya Puasa, Hari Raya Haji dan Hari Syak (30hb Sya’ban).

Rukun Puasa:
1) Niat, di waktu malam mulai selepas Maghrib sampai sebelum terbit fajar.
2) Meninggalkan semua perkara-perkara yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Membatalkan Puasa:
Sekiranya
1) Memasukkan benda/sesuatu ke dalam jauh rongga seperti mulut, hidung, telinga, atau lubang-lubang kemaluan dengan sengaja.
2) Muntah dengan sengaja.
3) Mengeluarkan mani dengan sengaja.
4) Haid atau nifas.
5) Bersetubuh di siang hari (selain membatalkan puasa ia juga ada hukum tersendiri iaitu diwajibkan membayar kifarah).
6) Murtad (keluar dari Islam).
7) Gila (hilang akal).

Pantang-larang puasa:
Yaitu perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa, maknanya berpuasa tidak mendapat apa-apa pahala kecuali lapar dan dahaga (puasa yang sia-sia).
1) Berdusta, berbohong.
2) Mengumpat, mengata orang.
3) Membuat sesuatu yang boleh mendatangkan permusuhan.
4) Melihat benda-benda yang mendatangkan keinginan.
5) Marah.

Rasulullah s.a.w. bersabda:
Bermaksud: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan cakap dusta (batil) dan perbuatannya, maka Allah tidak berhajat padanya dalam meninggalkan makan minumnya”.(Hadis Riwayat Muslim)

Bermaksud: “Bukan dinamakan puasa bila hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi puasa yang sungguh-sungguh itu adalah menahan diri dari percakapan yang tidak ada gunanya dan kata-kata yang keji”.(Hadis menurut Sahih Muslim)

Sunat-sunat Puasa:
1) Menyegerakan berbuka puasa apabila telah yakin waktu berbuka.
Rasulullah s.a.w. bersabda:Bermaksud: “Allah berfiman: Hambaku yang lebih Aku cintai adalah mereka yang menyegerakan berbuka”.
2) Makan sahur walaupun sedikit.
Rasulullah s.a.w. bersabda: Bermaksud: “Makan sahur itu berkat, oleh kerana itu jangan kamu tinggalkan, walau hanya sekadar meneguk seteguk air, kerana Allah merahmati orang-orang yang makan sahur dan malaikat mendoakannya”.
3) Melambatkan makan sahur iaitu lepas daripada tengah malam dan sebelum waktu imsak.
4) Berbuka dengan buah kurma atau benda-benda yang manis.
5) Memperbanyakkan membaca Al-Quran.
6) Memperbanyakkan sedekah.
7) Beriktikaf siang hari dalam masjid.
8) Menghadiri majlis-majlis ilmu.
9) Menyediakan makanan untuk berbuka untuk orang-orang berpuasa.
10) Jangan bersugi setelah tergelincir matahari ke arah barat sehingga terbenamnya matahari kerana boleh memakruhkan puasa.

Golongan Yang Harus (Dibenarkan) Berbuka Puasa:
1) Orang yang di dalam (perjalanan - musafir), tetapi wajib di qada’.
2) Orang sakit, wajib di qada’.
3) Ibu yang menyusukan anak, jika takut mudharat bagi dirinya, maka wajib qada’ dan jika takut mudharat bagi anaknya maka wajib qada’ dan fidyah.

Bacaan Niat Puasa:
1) Lafaz niat puasa Fardhu Ramadhan “Sahaja aku berpuasa esok hari menunaikan Fardhu Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala”.
Bacaan Hendak Berbuka Puasa: “Ya Tuhanku, keranaMu jua aku berpuasa, dan denganMu aku beriman dan di atas rezekiMu aku berbuka dengan belas kasihMu Ya Allah Ya Amat Mengasihi”.

SEMBAHYANG TARAWIH( Petikan dari Risalah Siri (11) : Sembahyang Tarawih, Terbitan Bahagian Agama, Jabatan Perdana Menteri (1981) – Cetakan Ketiga)

Hukum Sembahyang Tarawih:
a) Hukumnya sunat muakkad (yang sangat dituntut) bagi dikerjakan oleh orang-orang Islam lelaki dan perempuan pada tiap-tiap malam bulan Ramadhan samada secara berseorangan atau berjamaah.
b) Sunnat dikerjakan di masjid, surau dan lain-lain tempat sembahyang orang-orang Islam.

2. Waktu Sembahyang Tarawih:
Waktu sembahyang Tarawih ini ialah selepas menunaikan sembahyang Fardhu Isya’.3. Rakaat Sembahyang Tarawih:
a) Pada umumnya masyarakat Islam di Malaysia mendirikan sembahyang Tarawih ini sebanyak 20 rakaat, tetapi ada juga yang hanya menunaikan sekadar 8 rakaat sahaja.
b) Pada zaman Rasulullah s.a.w. sembahyang Tarawih dikerjakan sebanyak 8 rakaat saja supaya tidak menimbulkan sesuatu keberatan.
c) Pada zaman Khalifah Umar bin Al-Khattab pula beliau menambah lagi menjadikan 20 rakaat kerana beliau berpendapat bahawa orang-orang Islam pada zamannya itu tidak keberatan lagi menunaikan sembahyang sebanyak itu.
d) Sembahyang Terawih hendaklah ditunaikan dua rakaat, pada tiap-tiap satu kali takbiratul-ihram kemudiannya dilakukan lagi sehingga genap rakaat yang dikehendaki.

4. Lafaz Niat Sembahyang Tarawih:
Bermaksud: Sahaja aku sembahyang Tarawih dua rakaat ma’mum kerana Allah Taala5. Rukun Sembahyang TarawihRukun sembahyang sunat Tarawih ini sama sahaja dengan rukun sembahyang yang lain juga.


SEMBAHYANG WITR
Sembahyang Sunat Witr
a) Menurut kebiasaan umum orang-orang Islam di Malaysia menunaikan sembahyang Witr selepas sunat Tarawih ini sebanyak 3 rakaat sahaja. Sunat Witr ini ditunaikan secara berjamaah. b) Salam selepas dua rakaat yang pertama.
c) Lafaz niat sembahyang sunat Witr i- bagi dua rakaat yang pertama: Bermaksud: Sahaja aku sembahyang Witr dua rakaat ma’mum kerana Allah Ta’ala. ii- bagi rakaat yang akhir: Bermaksud: Sahaja aku sembahyang Witr satu rakaat ma’mum kerana Allah Ta’ala.d) Pada malam 16 hingga akhir Ramadhan adalah sunat dibaca [doa] Qunut pada rakaat yang akhir. Lafaz Qunut di sini sama juga dengan lafaz Qunut semmbahyang Subuh.

Petikan hadith-hadith mengenai puasa dari Sahih Bukhari dan Sahih Muslim* Kelebihan Ramadan
  • Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu
  • Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: …Dan sesiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, akan diampunkan segala dosa yang dilakukannya sebelum itu* Kelebihan berpuasa
  • Diriwayatkan daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Syurga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya
  • Diriwayatkan daripada Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun


Akhlaq sewaktu berpuasa

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah bercakap tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang tidak meninggalkan percakapan bohong dan perbuatan tidak baik, Allah tidak inginkan tindakannya menahan diri dari makan dan minum (yakni Allah tidak menerima puasanya)

Kelebihan bersahurDiriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur kerana di dalam bersahur itu ada keberkatannya

Kelebihan menyegerakan berbuka
Diriwayatkan daripada Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Seseorang itu sentiasa berada di dalam kebaikan selagi mereka selalu menyegerakan berbuka puasa

Kelebihan Sembahyang Tarawih dalam bulan Ramadan
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Saya telah mendengar sabda Rasulullah s.a.w. mengenai Ramadan: Sesiapa yang mendirikan sembahyang (Tarawih) dalam bulan itu dengan penuh keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, akan diampunkan segala dosa yang dilakukannya sebelum itu?


Kelebihan Lailatulqadar dan galakan untuk mencarinya
Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Carilah Lailatulqadar pada sepuluh hari yang terakir di bulan Ramadan

Ganjaran untuk amalan yang dilakukan pada malam Lailatulqadar
* Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesiapa yang mendirikan sembahyang pada malam Lailatulqadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, maka akan diampunkan segala dosa yang dilakukannya sebelum ituBeri’tikaf pada sepuluh hari terakhir RamadanDiriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya beriktikaf pada sepuluh hari yang terakhir dalam bulan RamadanMenambahkan amal ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan
* Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bermujahadah pada sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadan tidak seperti bulan-bulan lain
Makan dan minum kerana terlupa tidak membatalkan puasa
* Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang terlupa sedangkan dia berpuasa, lalu dia makan atau minum, hendaklah dia terus menyempurnakan puasanya kerana dia telah diberi makan dan minum oleh Allah


Tidak Batal Puasa Orang Yang Bangkit Dari Tidur Di Waktu Pagi Dalam Keadaan Berjunub
Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa
Janganlah berpuasa sehari dua sebelum Ramadan

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Janganlah kamu berpuasa sehari atau dua hari sebelum tiba bulan Ramadan melainkan orang yang biasa berpuasa dengan puasa yang tertentu maka bolehlah dia berpuasa


KELEBIHAN SEMBAHYANG SUNAT TARAWIH
Diriwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat terawih pada bulan Ramadan:
Malam 1 - keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.
Malam 2 - diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang terawih serta kedua ibu bapanya (sekiranya mereka orang beriman).
Malam 3 - berseru Malaikat di bawah ‘Arash supaya kami meneruskan sembahyang terawih terus menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.
Malam 4 - memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan AL-Quran.
Malam 5 - Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam 6 - Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu Malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang terawih pada malam ini.
Malam 7 - Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fir’aun dan Hamman.
Malam 8 - Allah mengurniakan pahala orang sembahyang terawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.
Malam 9 - Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhammad S.A.W.
Malam 10 - Allah swt mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.
Malam 11 - Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baru dilahirkan.
Malam 12 - Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).
Malam 13 - Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.
Malam 14 - Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang terawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.
Malam 15 - Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.
Malam 16 - Allah swt tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.
Malam 17 - Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam 18 - Seru Malaikat: Hai Hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibu bapa engkau (yang masih hidup atau mati).
Malam 19 - Allah swt tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.
Malam 20 - Allah kurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.
Malam 21 - Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada Nur.
Malam 22 - Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru hara di Padang Mahsyar).
Malam 23 - Allah swt binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada Nur.
Malam 24 - Allah bukakan peluang 24 doa yang mustajab bagi orang berterawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).
Malam 25 - Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.
Malam 26 - Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.
Malam 27 - Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Siratulmustaqim seperti kilat menyambar.
Malam 28 - Allah swt kurniakan kepadanya 1000 darjat di akhirat.
Malam 29 - Allah swt kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.
Malam 30 - Allah swt beri penghormatan kepada orang berterawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman:
“Hai hambaKu: makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar’”.

Sumber: kuterima dari Sahabat terbaikku via email,
Semoga lindungan dan berkahNya senantiasa menyertaimu..... amiin.

Labels:

Siapakah Orang Yang Bangkrut itu?

HIKMAH SHAUM (PUASA): MENDIDIK KITA BERAKHLAQUL KARIMAH

Sungguh berbahagialah orang-orang yang mensucikan dirinya,
dan celakalah orang-orang yang mencemari dirinya

Seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan mengandung banyak hikmah.
Kita shalat mensucikan jiwa dengan selalu mengingat Allah SWT.
Kita puasa mensucikan rohani kita dengan mengendalikan hawa nafsu dan menundukkannya pada perintah Allah SWT.
Kita zakat mensucikan harta kita dengan sebahagian kelebihan harta kita untuk membantu sesame manusia. Artinya seluruh ajaran Islam dimaksudkan untuk mensucikan manusia.

Semua ibadah yang diperintahkan kepada kita, hakikatnya adalah merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan setiap ibadah di dalamnya terkandung nilai-nilai moral atau akhlaqul kharimah .
Rosulullah SAW menegaskan:”Apabila ibadah yang kita kerjakan itu tidak meningkatkan akhlak kita, ibadah semacam itu tidak bermakna.”

Mengapa ajaran islam sangat mementingkan akhlaqul kharimah?
Karena kehadiran Rosulullah SAW bukan hanya mengajarkan zikir dan do’a. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa misinya adalah menyempurnakan akhlak.
Oleh karena itu seluruh ajaran Islam diarahkan untuk menyempurnakan akhlak, termasuk ibadah shaum, bangun tengah malam dan shalat. Semuanya untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Orang yang menjalankan ibadah mahdhah, seperti sholat, puasa dan haji, tetapi tidak memperhatikan akhlaknya, ibadahnya tidak dihitung.
Kepada Rosulullah SAW dilaporkan, “Ya Rosulullah, ada orang yang berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk elakukan qiyamul lail (shalat malam), tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lidah (ucapannya)”. Maka Rosulullah SAW menjawab, “Orang itu di neraka”.

Nabi pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian siapa yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab “Bagi kami yang bangkrut itu adalah orang yang kehilangan hartanya dan seluruh miliknya.”
“Tidak!” kata Rasulullah SAW “Yang bangkrut ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala dari dari shaumnya, pahala zakatnya, pahala hajinya, dan pahala lainnya, tetapi ketika pahala-pahala itu ditimbang, datanglah orang mengadu: Ya Allah, dahulu ia pernah menuduhku berbuat sesuatu, padahal aku tidak pernah melakukannya.
Kemudian Allah menyuruh yang diadukan itu untuk membayar orang itu dengan sebahagian pahala dan menyerahkannya kepada orang yang mengadu tersebut. Kemudian datang lagi orang lain mengadu: Ya Allah hakku pernah diambil dengan sewenang-wenang, lalu Allah menyuruh lagi membayar dengan amal shalihnya kepada orang yang mengadu itu. Setelah itu datang lagi orang yang mengadu, sampai seluruh pahala shalatnya, shaum dan hajinya itu habis dipakai untuk membayar orang yang pernah dirampas haknya, yang pernah disakiti hatinya, yang pernah dituduh tanpa alasan yang jelas. Semuanya dia bayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal shalihnya tetapi orang yang mengadu masih datang juga. Maka Allah menetapkan kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu.

Sabda Rasulullah SAW selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut pada hari kiamat, yaitu orang-orang yang rajin menjalani ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya, tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain, menyakiti dan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.”

Hikmah lain dari ibadah puasa adalah mendidik dan melatih kita menjadi orang yang berjiwa dan bersikap ikhlas, ikhsan, dan pembersihan diri.

Manusia yang paling dicintai Allah ialah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
Amal yang utama ialah memasukkan rasa bahagia dalam hati orang yang beriman, mengenyangkan orang yang lapar, melepaskan kesulitan atau membayarkan hutang.

Makin banyak orang ikut merasakan nikmat yang kita peroleh, makin bersyukur kita. Kita menjadi orang kaya yang paling bersyukur, bila kekayaan kita dapat dinikmati oleh orang banyak. Kelebihan rezeki yang kita peroleh, kita gunakan untuk menolong orang yang sangat memerlukan, meringankan penderitaan orang miskin. Jika kita berusaha melakukannya, berarti kita telah menyebarkan nikmat-nikmat Allah kepada orang lain.


Sumber: Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam.

Labels:

Puasa Sunah, Puasa yang dilarang, Puasa Kifarat

Pengalaman... pengalaman... dan pengalaman....
Seperti orang berkendara di jalan, akan dianggap tahu tentang semua peraturan lalu lintas. Demikian pula kita di tempat persinggahan ini, sebaiknya kita tau, puasa apa saja yang diperkenankan oleh-Nya selain puasa di bulan Ramadhan yang diwajibkan oleh-Nya...

Semoga amal ibadah dan puasa kita diterima oleh-Nya... Amiin...

PUASA SUNAH, PUASA YANG DILARANG, PUASA KIFARAT


PUASA SUNAH

1. Puasa hari Senin dan Kamis
Amal perbuatan seorang hamba akan diaudit (diperiksa) setiap hari Senin dan Kamis.
Karena itu, alangkah mulianya seorang hamba jika ketika datang hari audit keadaannya tengah berpuasa. (HR. Tirmidzi)

2. Puasa 6 (enam) hari dalam bulan Syawal
Puasa ini dilaksanakan pada bulan Syawal setelah Ramadhan, yakni tanggal 2-29 Syawal (HR. Muslim).
Puasa ini dilaksanakan selama enam hari. Tak ada satu keterangan pun yang menjelaskan apakah puasa tersebut dikerjakan berturut-turut atau terpisah-pisah. Hal ini menunjukkan bahwa kita diberi kebebasan untuk menentukan sendiri (apakah mau berturut-turut atau terpisah-pisah), itu semua bergantung pada situasi dan kondisi per individu, yang penting harus dilakukan pada bulan Syawal.

3. Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura dilaksanakan tanggal 9 dan 10 bulan Muharam. Puasa ini termasuk berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharam. Puasa Asyura menghapus dosa tahun lalu. Sebelumnya Rasulullah SAW telah melaksanakan shaum pada tanggal 10 Muharam (asyura). Namun sebelum meninggal, beliau berniat melaksanakan shaum pada tanggal 9. Sabda Rasulullah SAW: Apabila tahun depan telah tiba, insya Allah kita berpuasa juga pada hari kesembilan. Walaupun beliau belu sempat melaksanakannya (HR. Muslim). Sunah semacam ini dikalangan ahli fikih dinamakan sunah hamiyah (cita-cita/rencana) Nabi SAW yang tidak sempat beliau laksanakan.

4. Puasa selang sehari/Shaum Daud
Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling disenangi Allah SWT ialah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling dicintai Allah SWT adalah shalat Nabi Daud. Ia tidur separo malam, bangun untuk ibadah sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari. Dan inilah shaum yang paling tangguh karena menuntut stamina yang sangat prima. (HR Muslim, Sahih Musim bi Syarjhi al-Nawawi)

5. Puasa bulan Sya’ban
Rasulullah SAW: tidak pernah berpuasa sebanyak puasanya di bulan Sya’ban. Beliau pernah berpuasa sepenuhnya atau sebagian besar dari hari-harinya.Rasulullah SAW suka meningkatkan frekuensi shaum sunah pada bulan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim).
Sya’ban adalah bulan kedelapan pada penanggalan tahun hijriah, sementara Ramadhan bulan kesembilan. Jadi Sya’ban posisinya sebelum Ramadhan.Maksudnya Rasulullah SAW shaum secara penuh selama satu bulan hanya di bulan Ramadhan. Sementara , bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak diisi dengan shaum sunnah oleh Nabi SAW, seperti shaum senin-kamis, shaum daud, dll.

6. Puasa pada hari-hari putih/Shaum 3 hari setiap bulan
Yang dimaksud dengan hari-hari putih adalah hari yang siangnya memang terang dan malamnya pun terang bulan. Hari-hari putih itu adalah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.Shaum tiga hari setiap bulan seperti shaum sepanjang tahun (HR. Bukhari dan Muslim). Shaum ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 setiap bulan di tahun Hijriah (HR Tirmidzi).

7. Puasa Arafah
Shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada sembilan Dzulhijjah. Disebut shaum arafah karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan kaum muslim yang tengah melakukan wukuf di Arafah (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Bagi orang yang tidak melaksanakan haji, disunahkan untuk shaum, sedangkan bagi yang tengah melaksanakan haji, dilarang shaum. Shaum arafah dapat menghapus dosa dua tahun yaitu setahun yang lalu dan yang tersisa (HR Muslim)

8. Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dihitung dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 9. Hari tanggal 9 Dzulhijjah itu disebut hari Arafah dan puasanya disebut puasa Arafah, karena jamaah haji pada hari itu sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Jadi pada bulan Dzulhijjah seseorang dapat puasa 9 hari, termasuk di dalamnya puasa tarwiyah dan puasa Arafah.

9. Puasanya orang bujangan yang belum mampu menikah
Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang tidak kuasa untuk menikah, hendaklah ia puasa karena puasa itu menjadi penjaga baginya.


PUASA YANG DILARANG
Shaum adalah ibadah mahdah. Artinya, seluruh pelaksanaannya telah diatur dalam AlQuran atau sunah, tidak dibenarkan kita menambahi atau menguranginya. Walaupun shaum itu ibadah yang mulia, tetapi kalau waktu dan cara pelaksanaannya tidak mengikuti ketentuan Allah dan Rosul, nilainya akan hampa. Karena itu, kita perlu mengetahui waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakannya:

1. Shaum pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri jatuh pada tanggal satu Syawal dan Idul Adha pada tanggal sepuluh Dzulhijjah. Jadi, haram shaum pada waktu-waktu tersebut (HR. Bukhari)

2. Shaum pada Hari Tasyriq
Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan menyebut (mengingat) Allah SWT . (HR. Muslim)Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (setelah Idul Adha).

3. Shaum Sepanjang Masa
Islam mengharamkan shaum tiap hari tanpa henti/jeda (HR. Bukhari), kecuali Ramadhan. Shaum yang disunahkan paling maksimal adalah shaum daud, yaitu shaum sehari dan berbuka sehari.

4. Shaum Khusus pada Hari Sabtu
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Sabtu (HR. Ahmad), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

5. Shaum Khusus pada Hari Jum’at
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Jum’at (HR. Bukhari dan Muslim), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

6. Shaum di Arafah
Orang yang sedang melaksanakan haji (wukuf di Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah) diharamkan melaksanakan shaum (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

7. Wanita yang Haid dan Nifas
Jika sedang haid atau nifas, wanita diharamkan shaum dan sholat. (HR. Bukhari)

8. Shaum Wishal
Shaum wishal adalah shaum yang berkesinambungan tanpa berbuka walaupun waktunya sudah tiba. Saat azan maghrib dia tidak berbuka hingga keesokan harinya. Shaum macam ini diharamkan dalam Islam. (HR. Bukhari)

9. Shaum pada Hari yang Meragukan
Sebelum melaksanakan Ramadhan, kita harus mendapatkan kepastian apakah sudah masuk Ramadhan atau belum. Kalau belum ada kepastian, sebaiknya kita tidak shaum karena shaum pada hari yang meragukan itu terlarang. (HR. Tirmidzi)

10. Shaum Mendahului Ramadhan
Kalau hari pertama adalah besok, hari ini dan kemarin dilarang shaum. Namun, bagi orang-orang yang terbiasa melaksanakan shaum sunah, larangan ini tidak berlaku. (HR. Bukhari dan Muslim)


PUASA KIFARAT
Dalam syariat Islam ada empat puasa kifarat yaitu:

1. Puasa kifarat karena membunuh seorang muslim tanpa disengaja. Kesalahan tersebut mewajibkan pelaksanaan salah satu dari dua denda, yaitu diyat atau kifarat.
Kifarat untuk itu ada dua macam yaitu:
  1. Memerdekan hamba beriman yang tidak ada cela pada dirinya yang menghambat kerja atau usaha
  2. Puasa 2 (dua) bulan berturut-turut.
Ulama Syafi’iyah menambahkan bahwa jika seseorang karena tua atau sangat lemah tidak kuat berpuasa, maka ia dapat menggantikannya dengan member makanan untuk 60 orang miskin masing-masing 1 mud (+ 1 liter)

2. Puasa kifarat karena seorang suami melakukan zhihar. Karena ucapan zhihar itu suami tersebut bergaul dengan istrinya. Kemudian ia bermaksud menarik kembali ucapan zhiharnya itu karena keinginannya untuk bergaul seperti sebelum terjadinya zhihar.

  1. Wajib membayar kifarat, ialah memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
  2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika ia tidak kuat berpuasa, maka ia terkena hokum wajib member makanan untuk orang-orang miskin sebanyak 60 orang masing-masing 1 mud.
3. Puasa kifarat karena seseorang bersumpah lantas dengan sengaja ia melanggar sumpahnya. Pelanggaran tersebut menyebabkannya terkena kifarat sumpah, yaitu:

  1. Wajib memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
  2. Wajib memberi makan/pakaian 1 orang miskin atau jika itupun ia tidak mampu,
  3. Wajib berpuasa 3 hari
4. Puasa kifarat karena seorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan, baik yang halal maupun yang haram. Kifaratnya adalah:

  1. Menggantinya dengan hewan ternak yang seimbang dengan binatang buruan yg dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil dan disembelih sebagai hadya (kurban) di tanah haram serta dagingnya diberikan kepada fakir miskin, atau jika tidak mampu,
  2. Memberi makanan kepada fakir miskin yang banyaknya sedemikian rupa sehingga seimbang dengan hadya (hewan pengganti) tersebut, atau
  3. Berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang seharusnya ia keluarkan (jumlah hari puasa itu adalah sebanyak mud yang diberikan kepada fakir dan miskin. Mud tersebut dibanding seimbangkan dengan hewan yang disembelih tadi).


Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat ia berbuka puasa, dan kegembiraan saat berjumpa Tuhannya.

Demi Dzat yang menguasai Jiwaku! Sesungguhnya bau orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada wangi minyak misik (Hadits Qudsi)


Sumber: 1. Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam2. Agenda Percikan Iman

Labels:

Akhir Ramadhan

AKHIR RAMADHAN

Ya Allah,
telah hadir di tengah-tengah kami
bulan Ramadhan dengan kehadiran yang terpuji
telah menemani kami dengan persahabatan sejati
telah menguntungkan kami,
dengan keuntungan terbaik di seluruh alam

Engkau jadikan bulan Ramadhan
yang Kauistimewakan ia dari semua bulan
Kaupilih ia dari semua zaman dan masa
Kaulebihkan ia dari semua waktu-waktu dalam setahun
dengan Al-Quran
dengan malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan
Tiba-tiba ia meninggalkan kami pada akhir waktunya,
pada ujung jangkanya
pada kesempurnaan bilangannya......

Kami ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya
selamat tinggal kepada dia...
yang menyedihkan perpisahannya
merisaukan dan mendukakan kami kepergiannya

Kami sampaikan kepadanya:
Salam bagimu wahai bulan Allah yang agung,
wahai hari raya para kekasih-Nya
Salam bagimu,
wahai waktu termulia yang menyertai kami
wahai bulan terbaik di antara semua hari dan saat
Salam bagimu,
bulan yang di dalamnya,
harapan didekatkan, amal disebarkan
Salam bagimu, sahabat yang paling bernilai ketika dijumpai
dan paling menyedihkan ketika ditinggalkan
Salam bagimu kesayangan yang datang membuat gembira
dan kepergiannya meninggalkan kesepian dan dukacita
Salam bagimu,
penolong yang membantu kami menghadapi setan,
dan memudahkan kami dijalan kebaikan

Salam bagimu,
betapa banyaknya kejelekan dipalingkan karenamu!
betapa banyaknya kebaikan dilimpahkan kepada kami karenamu!
Salam bagimu,
betapa panjangnya hari-harimu bagi pendosa!
betapa agungnya kamu bagi orang beriman!
Salam bagimu, dan bagi malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan

Ya Allah,
kami pecinta bulan ini
dengannya telah Kaumuliakan kami,
telah Kauuntungkan kami
ketika orang durhaka tidak mengetahui waktunya
ketika orang celaka dijauhkan dari keutamaannya

Engkaulah kekasih
Kauistimewakan kami untuk mengenalnya
Kautunjuki kami kepada sunnahnya
Dengan taufik-Mu, kami berusaha untuk berpuasa dan salat malam
dengan segala kekurangan..
telah kami lakukan yang sedikit dari yang banyak

Ya Allah, bagi-Mu segala pujian
dengan pengakuan akan keburukan
dan kesadaran akan kelalaian
dari lubuk hati kami penyesalan paling dalam
dari lidah kami permohonan maaf yang paling tulus

Berilah kami pahala
dengan segala kekurangan yang menimpa kami di bulan ini
pahala yang menyampaikan kami pada kemuliaan yang diharapkan
dan memperoleh bermacam kekayaan yang dirindukan

Pastikan bagi kami ampunan-Mu
untuk kekurangan kami memenuhi hak-Mu di bulan ini
Sampaikan dengan sisa umur kami...
kepada bulan Ramadhan yang akan datang

Ya Allah,
sampaikan salawat kepada Muhammad SAW dan keluarganya
Berkatilah kami pada hari raya kami
Jadikanlah dia hari terbaik yang melewati kami
yang paling dapat menarik ampunan-Mu
yang paling cepat menghapus dosaku
Ampunilah dosa-dosa kami yang tampak dan tersembunyi

Ya Allah,
dengan berlepasnya bulan ini,
lepaskan kami dari kesalahan kami
dengan keluarnya bulan ini,
keluarkan kami dari kekeliruan kami
Jadikan kami dengan bulan ini orang yang paling bahagia
orang yang paling besar memperoleh bagian
orang yang paling tinggi mendapat keuntungan

Ya Allah,
kami bertaubat kepada-Mu
pada hari fitri kami
yang Kaujadikan bagi kaum mukminin sebagai hari raya
dan bahagia bagi pengikut agama-Mu
tempat berkumpul dan bersama

Ya Allah,
kami bertaubat dari setiap dosa yang kami lakukan
dari setiap kesalahan yang kami dahulukan
atau getaran jahat yang kami sembunyikan
dengan taubat yang tidak membawa kami kembali kepada dosa
dengan taubat yang tulus, bersih dari syak dan keraguan
Terimalah taubat kami, ridoilah kami,
teguhkan kami didalamnya

Ya Allah,
Berikan kepada kami ketakutan akan balasan yang diancamkan
dan kerinduan kepada pahala yang dijanjikan
sehingga kami dapat menemukan kelezatan...
yang dari -Mu kami mohonkan
dan penderitaan yang dari -Mu kami minta perlindungan
Jadikan kami di sisi-Mu orang-orang yang bertaubat
yang telah Kaupastikan bagi mereka cinta-Mu
dan Kauterima mereka yang kembali mentaati-Mu
Wahai yang paling adil dari segala yang paling adil

Ya Allah,
sampaikan salawat kepada Muhammad SAW dan keluarganya
seperti Kausampaikan salawat kepada para nabi yang diutus
dan sampaikan salawat kepadanya dan keluarganya
seperti Kausampaikan salawat...
kepada hamba-hamba-Mu yang saleh
dan lebih utama dari itu,
Ya Rabbal Alamin
dengan salawat yang keberkahannya sampai kepada kami
yang manfaatnya menggapai kami,
yang karenanya diijabah doa kami

Engkau berkuasa atas segala sesuatu
Engkaulah yang membukakan kepada hamba-hamba-Mu
pintu menuju maaf-Mu
Kaunamakan pintu itu taubat
Kauberikan petunjuk dari wahyu-Mu ke arah pintu itu
supaya mereka tidak tersesat dari situ

Ya Allah,
Ampuni juga ayah dan ibu kami
dan semua pemeluk agama kami yang terdahulu
dan yang kemudian sampai hari kiamat

Ya Allah....,
jika ada di antara hambaMu tertimpa akibat buruk karenaku;
atau terkena gangguanku;
atau sampai kepadanya dariku atau karenaku,
sesuatu perbuatan aniaya sehingga ia terlanggar haknya;
atau menderita karenanya...........,
maka limpahkanlah padanya karuniaMu,
dan sempurnakanlah haknya dengan pemberianMu,
dan buatlah ia kembali ridha padaku..............
amiin

Kemudian,
peliharalah aku dari apa yang diwajibkan oleh hukumMu,
dan selamatkanlah diriku dari hukuman yang ditentukan olehMu.......
sebab kekuatanku takkan mampu menahan pembalasanMu,
dan dayaku takkan kuat menerima kemurkaanMu...........

Ya Allah,
baikkan agamaku, karena itulah sandaran urusanku
baikkan akhiratku, karena itulah kampung kembaliku
jadikan kehidupan tempat menambah kebaikan
jadikan kematian tempat istirahat dari kejelekan

Ya Allah....,
Perkenankan do'aku,
Jangan kecewakan harapanku...
Terimalah taubatku,
hapuskan kesalahanku dengan karunia dan rakhmat-Mu
Wahai Yang Terkasih dari segala yang mengasihi...........

Amiin... Yaa Robbal 'Alamin


Dari email yang datang mendo'akan.....
Terima kasih, Sahabat.....

Labels: