Thursday, November 6, 2008

Siapakah Orang Yang Bangkrut itu?

HIKMAH SHAUM (PUASA): MENDIDIK KITA BERAKHLAQUL KARIMAH

Sungguh berbahagialah orang-orang yang mensucikan dirinya,
dan celakalah orang-orang yang mencemari dirinya

Seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan mengandung banyak hikmah.
Kita shalat mensucikan jiwa dengan selalu mengingat Allah SWT.
Kita puasa mensucikan rohani kita dengan mengendalikan hawa nafsu dan menundukkannya pada perintah Allah SWT.
Kita zakat mensucikan harta kita dengan sebahagian kelebihan harta kita untuk membantu sesame manusia. Artinya seluruh ajaran Islam dimaksudkan untuk mensucikan manusia.

Semua ibadah yang diperintahkan kepada kita, hakikatnya adalah merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan setiap ibadah di dalamnya terkandung nilai-nilai moral atau akhlaqul kharimah .
Rosulullah SAW menegaskan:”Apabila ibadah yang kita kerjakan itu tidak meningkatkan akhlak kita, ibadah semacam itu tidak bermakna.”

Mengapa ajaran islam sangat mementingkan akhlaqul kharimah?
Karena kehadiran Rosulullah SAW bukan hanya mengajarkan zikir dan do’a. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa misinya adalah menyempurnakan akhlak.
Oleh karena itu seluruh ajaran Islam diarahkan untuk menyempurnakan akhlak, termasuk ibadah shaum, bangun tengah malam dan shalat. Semuanya untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Orang yang menjalankan ibadah mahdhah, seperti sholat, puasa dan haji, tetapi tidak memperhatikan akhlaknya, ibadahnya tidak dihitung.
Kepada Rosulullah SAW dilaporkan, “Ya Rosulullah, ada orang yang berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk elakukan qiyamul lail (shalat malam), tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lidah (ucapannya)”. Maka Rosulullah SAW menjawab, “Orang itu di neraka”.

Nabi pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Tahukah kalian siapa yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab “Bagi kami yang bangkrut itu adalah orang yang kehilangan hartanya dan seluruh miliknya.”
“Tidak!” kata Rasulullah SAW “Yang bangkrut ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala dari dari shaumnya, pahala zakatnya, pahala hajinya, dan pahala lainnya, tetapi ketika pahala-pahala itu ditimbang, datanglah orang mengadu: Ya Allah, dahulu ia pernah menuduhku berbuat sesuatu, padahal aku tidak pernah melakukannya.
Kemudian Allah menyuruh yang diadukan itu untuk membayar orang itu dengan sebahagian pahala dan menyerahkannya kepada orang yang mengadu tersebut. Kemudian datang lagi orang lain mengadu: Ya Allah hakku pernah diambil dengan sewenang-wenang, lalu Allah menyuruh lagi membayar dengan amal shalihnya kepada orang yang mengadu itu. Setelah itu datang lagi orang yang mengadu, sampai seluruh pahala shalatnya, shaum dan hajinya itu habis dipakai untuk membayar orang yang pernah dirampas haknya, yang pernah disakiti hatinya, yang pernah dituduh tanpa alasan yang jelas. Semuanya dia bayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal shalihnya tetapi orang yang mengadu masih datang juga. Maka Allah menetapkan kejahatan orang yang mengadu dipindahkan kepada orang itu.

Sabda Rasulullah SAW selanjutnya, “Itulah orang yang bangkrut pada hari kiamat, yaitu orang-orang yang rajin menjalani ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya, tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain, menyakiti dan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.”

Hikmah lain dari ibadah puasa adalah mendidik dan melatih kita menjadi orang yang berjiwa dan bersikap ikhlas, ikhsan, dan pembersihan diri.

Manusia yang paling dicintai Allah ialah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
Amal yang utama ialah memasukkan rasa bahagia dalam hati orang yang beriman, mengenyangkan orang yang lapar, melepaskan kesulitan atau membayarkan hutang.

Makin banyak orang ikut merasakan nikmat yang kita peroleh, makin bersyukur kita. Kita menjadi orang kaya yang paling bersyukur, bila kekayaan kita dapat dinikmati oleh orang banyak. Kelebihan rezeki yang kita peroleh, kita gunakan untuk menolong orang yang sangat memerlukan, meringankan penderitaan orang miskin. Jika kita berusaha melakukannya, berarti kita telah menyebarkan nikmat-nikmat Allah kepada orang lain.


Sumber: Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam.

Labels:

2 Comments:

At November 7, 2008 at 5:56 PM , Blogger Heny said...

semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang bangkrut.....

 
At November 9, 2008 at 10:26 PM , Blogger Hasti said...

Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang yang bangkrut.
Amiin.

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home